Wujudkan Masyarakat Sehat, Tugu Tirta Siap Jalankan LLTT

Dirut Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas S.Pd, M.Si. (Humas Tugu Tirta)

MALANG – Direktur Utama Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas S.Pd, M.Si menyatakan pihaknya sangat siap menjalankan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT), seperti diamanatkan Walikota Malang.

Dalam hal ini, Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang bersinergi dengan UPT Pengolahan Air Limbah Daerah (PALD) Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang.

“Ini merupakan program yang telah cukup lama dirancang dan terus dimatangkan. Kami siap bersinergi menjalankan layanan, seperti yang telah diamanahkan oleh Bapak Walikota,” ujar Muhlas, Jumat (18/6/21).

Menurutnya, ada banyak manfaat yang bisa didapat masyarakat dari
layanan penyedotan terjadwal ini.

Diantaranya, untuk memperbaiki kualitas hidup dan kesehatan masyarakat, serta sebagai upaya memelihara fungsi tangki septik. Dengan begitu, program ini nantinya juga akan meringankan belanja rumah tangga karena skema pembiayaan yang tidak memberatkan.

“Apalagi dewasa ini, kesadaran masyarakat akan kebersihan sanitasi terus meningkat. Sistem pengelolaan limbah kita juga semakin mumpuni,” papar Muhlas.

Berdasarkan data DPUPRPKP Kota Malang, capaian akses sanitasi layak terus meningkat dan telah menyentuh angka 84,12% pada tahun 2020. Artinya Kota Malang makin sejalan dengan mimpi bebas buang air besar sembarangan (BABS) atau kini sering dikenal dengan 100% Open Defecation Free (ODF).

Program LLTT digagas Pemkot Malang sebagai wujud komitmen menciptakan lingkungan bersih dan sehat.

Selain untuk meningkatkan kebersihan lingkungan, juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak BABS.

Walikota Malang Drs H Sutiaji menyebut, melalui LLTT, penyedotan lumpur tinja dari tangki-tangki septik dilakukan secara terjadwal atau berkala.

“Perilaku masyarakat harus terbangun dengan baik dan sarana prasarana kita siapkan agar bisa digunakan. Sehingga kalau sudah saatnya sedot WC, masyarakat tidak perlu repot lagi karena sudah ada rutinitas,” beber Sutiaji.

Meski demikian, LLTT tidak menghilangkan keberadaan layanan on call atau pihak swasta. Keduanya dibutuhkan karena LLTT hanya memberikan layanan di waktu yang sudah dijadwalkan, sedangkan layanan on call memberikan layanan pada waktu-waktu insidentil lainnya.

Orang nomor satu di jajaran Pemkot Malang itu menegaskan, edukasi harus diberikan secara terus menerus kepada masyarakat. Sehingga program ini bisa berjalan dan kuat di tengah masyarakat dalam hal menciptakan lingkungan yang sehat. (red)