Waspadai Gempa Susulan, Masyarakat Jangan Terbuai Hoax

Kerusakan rumah warga di Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. (ist)

MALANG- Meski dinyatakan BMKG tidak berpotensi tsunami, namun masyarakat diimbau tetap waspada pasca gempa berkekuatan 6,7 SR yang mengguncang wilayah selatan Pulau Jawa selama 37 detik, Sabtu (10/4/21) pukul 14.00 WIB.

“Gempa ini tidak berpotensi tsunami. Hingga saat ini belum ada laporan gempa susulan, namun masyarakat tetap harus meningkatkan kewaspadaan khususnya warga yang tinggal di dekat pantai,” ungkap
petugas BMKG Karangkates, Ken Irawan ketika dikonfirmasi.

BMKG melansir, titik gempa berada di 8.95 lintang selatan (LS), 112.48 bujur timur (BT), 90 kilometer Barat Daya Kabupaten Malang dengan kedalaman gempa di 25 kilometer dasar laut.

Selain menghebohkan warga Malang Raya, guncangan gempa juga dirasakan sebagian masyarakat Jawa Timur, Bali dan wilayah Nusa Tenggara.

Informasi dari BMKG.

Dahsyatnya gempa menyebabkan kerusakan bangunan paling parah di wilayah Kabupaten Malang. Utamanya di daerah tepi pantai dekat pusat gempa, seperti Bantur, Sumbermanjing Wetan, Sitiarjo hingga Turen.

“Ada laporan tembok-tembok rumah warga yang ambrol dan retak. Bagi warga yang rumahnya terdampak, lebih baik jangan masuk ke dalam rumah dulu, cari tanah lapang dulu khawatir ada gempa susulan,” imbau Ken.

Selain mewaspadai potensi gempa susulan, pihaknya juga meminta masyarakat untuk tidak mempercayai begitu saja informasi bersifat hoax yang beredar cepat melalui whatsapp atau media sosial.

“Saat ini kami sedang menghimpun informasi yang masuk. Hati-hati juga dengan adanya gambar-gambar atau rekaman video hoax,” serunya. (red)

Baca Juga: