UMM Pelopori Cabang Olahraga Roundnet

UMM Roundnet Club. (Humas UMM)

MALANG- Roundnet adalah cabang olahraga baru yang hadir di Indonesia pada tahun 2020. Permainan yang mirip dengan bola voli ini sudah ada di Amerika sejak 1995.

Roundnet bangkit kembali ketika Spikeball Inc. mulai mempromosikannya pada 2008. Meski awalnya hanya bersifat permainan rekreasi, namun sekarang permainan tersebut telah menjadi olahraga prestasi yang melahirkan banyak turnamen di luar Amerika.

Saat ini Roundnet telah tersebar ke beberapa kota di Indonesia. Di Jawa Timur, Komunitas Roundnet di pelopori oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Pembina UMM Roundnet Club, Abdurrohman Muzakki, S.Or., M.Pd menceritakan awal mula terbentuknya komunitas Roundnet di Malang.

Ide ini berasal dari para mahasiswa yang penasaran dan ingin mencoba olah raga baru yang digandrungi public figure dan atlet-atlet terkenal tersebut.

“Ternyata tidak hanya kami yang tertarik, banyak mahasiswa dan juga pelajar lain tertarik untuk mencoba olahraga baru ini. Karena itu kami membentuk komunitas Roundnet Malang Raya. Namun karena situasi pandemi tidak memungkinkan untuk berlatih dengan banyak orang, akhirnya kami membentuk komunitas lagi yang bernama UMM Roundnet Club,” kata dosen PGSD UMM tersebut, akhir pekan ini.

Zaki menjelaskan, pembentukan komunitas ini didukung penuh oleh Bidang Minat dan Bakat Biro Kemahasiswaan UMM. Tidak sia-sia, pada pelaksanaan turnamen Roundnet tingkat nasional pertama yang diadakan di Bandung 20 Februari lalu, UMM mendapatkan penghargaan sebagai kampus pelopor Roundnet di Jawa Timur.

“Sebenarnya kami telah diundang oleh pencetus Roundnet Indonesia, Genta Fajar, sejak bulan Desember. Namun karena situasi pandemi dan PSBB, kami baru bisa ke Bandung saat pagelaran turnamen nasional pada 20 Februari kemarin,” beber Zaki.

Lebih lanjut, Zaki menjelaskan tentang cara bermain Roundnet. Permainan ini dimainkan oleh empat orang yang terdiri dari dua tim. Masing-masing tim berangggotakan dua orang.

Dalam permainan ini, kedua tim akan saling berhadapan. Pemain melempar bola kecil ke pemain lain satu timnya dengan pantulan Roundnet atau trampoline kecil. Seluruh anggota tubuh bisa menjadi media bermain Roundnet dengan fokus agar bola tidak menyentuh tanah.

“Roundnet sering juga disebut voli pantai mini karena sifatnya yang hampir sama. Beberapa aturan dalam Roundnet adalah masing-masing tim hanya boleh menyentuh bola tiga kali sebelum memantulkan bola ke jaring. Pemenang set dihitung dengan nilai 21 poin seperti bulu tangkis,” kata dosen kelahiran Kediri tersebut.

Zaki berkata UMM Roundnet Club kedepannya akan melakukan sosialisasi dan mengenalkan olahraga Roundnet ke kampus-kampus dan sekolah di Jawa timur. Dia berharap kedepannya Roundnet Jawa Timur akan berkembang dan tidak kalah dengan daerah lainnya.

“Kami juga berharap dengan berkembangnya Roundnet di Indonesia, turnamen yang diadakan juga akan berjenjang sesuai dengan umur pemain,” pungkasnya. (red)