Ruwat Nagari Hadirkan 4 Walikota Malang

Ruwat Nagari Kota Malang 2021
Ruwat Nagari Kota Malang 2021

MALANG – Situasi pandemi tak menyurutkan Dinas Pendidikan & Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang untuk tetap mengedukasi tentang nilai-nilai budaya luhur.

Salah satu wujudnya, dengan menggelar ‘Ruwat Nagari Kota Malang 2021’ di Gedung Kesenian Gajayana, Jalan Nusa Kambangan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, Rabu (7/4/21) malam.

“Meski undangan terbatas, namun khalayak umum tetap bisa mengikuti acara tersebut pada pukul 19.00 – 22.00 WIB secara Live Streaming di Chanel Youtube TV Pendidikan maupun Media Partner Disdikbud Klta Malang,” ungkap Ketua Pelaksana Kegiatan, Wahyu Eko Setiawan kepada Fakta Malang.

Yang istimewa, pada ruwatan tahun ini selain dihadiri Walikota Malang; Drs H Sutiaji, juga akan menghadirkan tiga walikota terdahulu, yakni Suyitno, Peni Suparto dan Moch Anton.

“Memang sebelumnya ruwatan seperti ini pernah digelar, namun baru kali ini mungkin empat walikota di periode berbeda dapat duduk bersama dalam satu acara ruwatan,” beber Wahyu Eko.

Pihaknya berharap, ruwatan ini bisa menghindarkan Kota Malang dari segala musibah serta agar seluruh warganya aman, tenteram dan sejahtera.

‘Sudamala’ akan menjadi lakon pada ruwatan ini. Dalang yang berkesempatan untuk menyuguhkan pertunjukan wayang ini adalah Mbah Soleh Mangun Darmo.

Lakon Sudamala dirasa tepat untuk menggambarkan kondisi Kota Malang saat ini yang berusaha untuk bangkit dari pandemi Covid-19 yang belum kunjung berakhir.

“Kita sebagai manusia hanya bisa memohon kepada Yang Maha Kuasa atas kesalahan di masa lampau. Selain untuk ruwatan Kota Malang yang berulang tahun ke-107, semoga juga berdampak kepada para pemimpin agar menjadi lebih harmonis dalam membangun Kota Malang semakin maju,” tukas Wahyu yang juga kolektor Tosan Aji atau Pusaka.

Dalam keyakinan budaya Jawa, pemilihan hari sangat diperhatikan, salah satunya hari dan tanggal ruwatan ini. Berdasar perhitungan weton Rabu Pon memiliki pasaran sama-sama tujuh alias pitu.

“Pitu itu Pitulungan. Harapannya kita semua mendapat pertolongan ketika mendapat musibah,” lanjut pria yang juga pemerhati budaya ini.

Dengan sinerginya Disdikbud Kota Malang bersama para budayawan, besar harapannya masyarakat menghargai nilai-nilai luhur yang ada.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini, nantinya mampu membawa dampak positif bagi Kota Malang dan khususnya, seluruh warga masyarakat. Sehingga mereka bisa menjaga dan melestarikan budaya peninggalan leluhur kita,” tandas Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Malang, Dr Dian Kuntari S.STP M.Si. (adv/red)

Baca Juga: